Dialah dia
Dunia, seluas apapun kamu
Takkan pernah bisa tahu
Perih hati setiap melangkah pergi
Menjauh dari dia, setengah diri
Dunia, aku lebih bisa membayangkan
Setiap sudut yang jadi akhiranmu
Tapi bila nanti aku harus kehilangan?
Setiap sisinya yang lengkapiku?
Rasanya aku takkan mampu.
Dia menyentuhku seperti yang kumau
Dia memelukku seperti yang kurindu
Dia hadiri hidupku tanpa kuminta
Dia lengkapiku dengan sempurna
Dialah dia, dia yang takkan terdua.
Meski sepertinya...
Tapi sesungguhnya...
Dialah dia, dia yang takkan terdua.


dan seandainYa pun haRus TeRduakan
meRadangLah sesak di dada
meLeTupkan sejuTa peLampiasan
meRusak kesempuRnaan senTuhan Yang T'Lah dia beRikan
menancapkan beLing di aTas baTok keLapa dahaga
menoRehkan ReLief keRinduan
keRiduan Yang amaT sangaT akan kuRasakan,
seandainYa aku benaR-benaR 'kan kehiLangan
oh Tuhan,
jika Resah ini hanYa kiasan
biaRkanLah aku TeRingaTkan,
bahwa deTik iTu 'kan TeRkenang..
Posted by: - ebiTh - | July 2, 2006 12:40 PM
walau saat ini
dia bukanlah
dia yang takkan terdua
tak mengerti kumasih bersamanya
dia bukanlah
dia yang takkan terdua
tp ku masih berlari menghampirinya
dia bukanlah
dia yang takkan terdua
kurasakan mengerti diriku dgn caranya
ada apa ini...
dia memang bukan
dia yang takkan terdua
dia tdk sama
dia begitu mencintaiku
Posted by: ciGeulis | July 3, 2006 11:23 PM