tidak akan
aku tidak akan.
mencintaimu dan tak memperjuangkanmu.
mencintaimu lalu berpasrah kehilanganmu.
mencintaimu dan tak tinggal selamanya denganmu
Aku tidak akan.
Mencintaimu dan menyerah pada apa yang 'harus'
Mencintaimu dan percaya pada semua yang 'bagus'
Mencintaimu dan mengalah, membiarkan semua terputus
ya. ini untukmu.
Aku tidak bisa melepaskanmu.
Karena aku -cinta-kamu
Dan kalaupun saat itu datang nanti.
Hari itu pasti setengah diriku: mati.


***
Selalu bertanya:
"Kenapa aku merindukan bayangku sendiri?"
Selalu terjawab:
"Karena dulu di samping bayangku selalu kutemukan bayangmu"
Menyatu
Setengah dari diriku, yaitu: 'AKU'
Merindukan setengah dari diriku, yaitu: 'KAMU'
Mungkin memang benar setengah dari diriku: mati,
dalam indahnya hari pertemuan kelak
Mati karena indahnya penyatuan hati,
yang sengaja mati tuk berikan tempat bagi kekasih,
agar tak perlu lagi ada dua hati
Agar 'AKU' tidak sepenuhnya 'AKU'
Karena setengah dari diriku terisi kembali oleh hadirmu
Karena menyatu berarti satu
Kelak...
***
Ty, setuju nggak klo seharusnya "diriku" tidak pernah menjadi 'AKU' karena dengan hadirnya "dirimu"--'AKU' berarti: "diriku+dirimu"?
"Diri-kita" tidak pernah menjadi satu jika tanpa "dia".
Jd, gw setuju dengan kata2 loe tentang: 'berjuang' itu dan ga setuju dengan 'pasrah'.
Aduh, naha jadi panjang kieu nya?! sakalian wae ngobrol..dasar Vollyanto.
Posted by: 'Anto-Volly | June 26, 2006 07:30 AM